Kamis, 30 Juni 2011

Aplikasi Pembelajaran Kooperatif Berbasis Kelompok

Pembelajaran Kooperatif
Kooperasi berarri bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) berarti proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok – kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara bersama – sama didalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain, (Johnson,David et all:6).

Komponen – komponen pembelajaran kooperatif yakni:
1. Interdependensi positif (Positive Interdependence)
Interdependensi positif akan dapat terstruktur dengan baik apabila setiap anggota kelompok memandang bahwa mereka terhubung antara satu dengan yang lain, sehingga seseorang tidak bisa berhasil kecuali jika semua orang berhasil.
2. Interaksi yang mendorong (Promotive Interaction)
Yakni dimana ada kegiatan kognitif dan dinamika interpersonal yang hanya dapat terjadi ketika siswa terlibat dalam tindakan mendukung pembelajaran satu sama lain.
3. Tanggung jawab individual (Individual Accountability)
Dengan tujuan agar setiap anggota kelompok menjadi seorang individu yang lebih kuatdan bisa bertanggung jawab menyelesaikan tugas mereka sendiri serta tidak hanya "menyontek" hasil kerja siswa lain.
4. Skil – skil interpersonal dan kelompok kecil (interpersonal and small-group skils).
5. Pemrosesan kelompok (Group Processing)
Untuk mengetahui seberapa baik siswa telah mencapai tujuan masing-masing dan seberapa baik mereka telah memelihara hubungan kerja yang efektif.


Untuk melaksanakan cooperative learning dalam kelas, guru harus dapat menguasai komponen pokok pembelajaran ini,sehingga akan memungkinkan guru untuk:
1. Menggunakan pelajaran, kurikulum, dan mata pelajaran untuk disusun secara kooperatif.
2. Menyesuaikan pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif dengan kebutuhan khusus pengajaran, keadaan, kurikulum, mata pelajaran, dan siswa.
3. Mendiagnosa berbagai masalah yang mungkin diharapkan sebagai siswa dan ikut ambil bagian dalam penyelesaiannya untuk meningkatkan keefektivan dari kelompok belajar siswa.
(Johnson,David et all:7-10)
Tipe –tipe pembelajaran kooperatif:
1. Pembelajaran kooperatif formal (formal cooperative)
Dimana siswa bekerja secara bersama-sama, pada jam pelajara tertentu selama beberapa minggu untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama dengan memastikan bahwa mereka dan teman satu kelompoknya berhasil menyelesaikan tugas belajar yang diberikan dengan baik.
2. Pembelajaran kooperatif informal
Pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar yang bersifat kontemporer yang bertujuan untuk memfokuskan perhatian siswa pada materi pelajaran yang dipelajarari, untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, membantu menciptakan ekspektasi dari apa yang akan dicakup dalam sebuah sesi pelajaran kelas untuk memastikan bahwa siswa memroses secara kognitif materi yang diajarkan, dan untuk memberikan penutup bagi sesi pengajaran.
3. Kelompok-kelompok inti kooperatif
Kelompok inti kooperatif bersifat jangka panjang yakni kelompok pembelajaran kooperatif yang heterogen dengan keanggotaan tetap bertahan samapai setidaknya satu tahun dan bahkan mungkin sampai semua anggota lulus.
(Johnson,David et all:11-14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar