Kamis, 30 Juni 2011

Pojok PemikiranQ

AKADEMI ENTEPRENEUR
(AKPRENEUR)



Teori tanpa praktik dilakukan oleh para scientist
Praktik tanpa teori dilakukan oleh para penjahat
Teori dan praktik saling komplementer hanya dilakukan seorang akademisi yang sekaligus bermental entrepreneur

Sejauh saya melangkah dalam bidang entrepreneur mulai dari marketing sebuah seminar oleh Edy Susanto tahun 2008, General Manager CV Nusantara Smart Arif Mustofa hanya ilmu kecurangan yang saya dapat (mati atau dimatikan) dalam bisnis tahun 2010. Mulai dari men-skak mati nama lawan bisnis sampai dengan men-skak mati operasional usahanya hinggga collapse.
Bagi seorang pegawai negeri, mereka memandang dunia usaha adalah dunia yang menantang dan membutuhkan penjiwaan dalam menjalaninya yakni bermental usahawan. Dunia yang siap untuk berada di atas pada saat tertentu dan berotasi kebawah kapanpun. Ada pula yang langgeng bertengger di atas selayaknya penguasa dan banyak juga yang berdiam stagnan di bawah, selayaknya kalah dalam peperangan. Hematnya, alih-alih kebijakan pemerintah mengkoar-koarkan kenaikan gaji PNS yang besar, banyak pula yang enggan berpikir panjang untuk mengasah otak sekreatif dan seinovatif mungkin untuk mendirikan sebuah usaha, yang notabene harus memiliki keahlian dalam bidang mengkoordininasikan kemauan pribadi dan kemauan orang lain. Praktis, hal ini menimbulkan lonjakan drastis pada setiap kuota pendaftaran CPNS yang digelar setiap tahun sekali di Indonesia.
Alhasil pemerintah kualahan sendiri untuk menggaji jutaan PNS yang tersaring dalam seleksi. Anehnya, janji-janji kebijakan itu masih perlu dipertanyakan. Banyak dana pendidikan yang mengalir gelap tanpa ada arus penggajian yang jelas untuk PNS. Inilah dilema yang mendilema. Sebuah kebijakan yang dibuat untuk menyusahkan semua pihak akademi, pejabat politik, sampai pemangku kebijakan itu sendiri. Satu hal yang sangat subjektif saya tekankan, PNS bekerja dan mengabdi pada dan untuk negara. Sehingga, bila peraturan yang ditetapkan oleh negara berpihak dan bermaslahat untuk semua golongan, kinerja PNS pun tidak perlu dipertanyakan lagi. Justru sebaliknya, bila peraturan itu dijadikan sebagai contoh brutal dari pemangku jabatan, maka tidak segan-segan pula menjadi tindak kejahatan publik yang latah dilakukan di berbagai sector publik yang berimbas pada "KKN".
Lantas bagaimana dengan dunia wirausaha?
Waw,,kata dan definisi yang menantang adrenalin kita untuk maju menantang ketajaman visi-misi bisnis kita. Dunia yang penuh dengan kreativitas dan energy untuk mendongkrak ketenaran nama bisnisman dan menginjak keras lawan yang kalah dalam strategi. Dunia yang hanya disiapkan bagi orang-orang yang bermental besi untuk berani hidup berdiri atau hidup dalam keadaan terlentang diinjak lawan bisnis. Mengerikan sekali yah kedengarannya,,
Eits…jangan anggap ini konyol..karena pertarungan sengit akan dimulai disini ajangnya duel antara PNS dan entrepreneur.
Ketenaran dan kejayaan bisnis tidak diperoleh secara instan, praktis, bahkan manis. Perlu kepahitan bercampur asam,,,hegheg apa jadinya yah?
Intinya perlu merasakan pahit dahulu, sebelum mengecap manisnya kejayaan. Itulah pondasi yang kuat seorang entrepreneur.
Strategi…strategi…
Semua orang punya keahlian untuk menyusun strategi dalam hal apapun,yang jelas beda pula antara satu orang dengan yang lainnya.
Jangan cepat bangga dengan strategi yang kita bangun, pertahankan keluarkan dari kandang pemikiran kita..adu dengan strategi lawan diluar sana.
Kejayaan itu bukanlah terbangun untuk menit ini saja…tapi yang terpenting adalah going concern dari kejayaan kita (Long time to fame).
Strategi beda dengan trik??
Hemat saya strategi menjadi power positif bagi bisnis…sedangkan trik lebih jauh berkonotasi negative, skak mati lawan atau kita yang menskak mati lawan bisnis.
Trik
Dunia bisnis sejauh ini menjadi nyawa penyambung bagi pendapatan negara. Negara akan maju jika ditopang dengan dunia bisnis yang tersebar merata diseluruh penjuru kota. Satu hal yang menjadi catatan merah, dunia bisnis hanya milik orang yang bisa bermain cantik dengan ide dan strategi. Hanya milik mereka, dan perspektif saya terkaburkan oleh trik yang dijalankan mereka. Bentukan seminar, lokakarya, symposium yang dilakukan oleh para entrepreneur hebat..hanya menjadi pengisi cawan motivasi sesaat sejak kita duduk dibangku kehormatan pada ajang termegah yang mereka sajikan..setelah selesai keluarlah-mengudara semangat dari dalam diri kita yang entah terbang melayang tak jelas arahnya. Itulah trik didalam trik berani menyulut motivasi,ujung-ujungnya hanya mengorek kocek peserta tanpa memiliki tanggung jawab moral tinggi untuk benar-benar mengajarkan apa yang sebenarnya diharapkan bisnis…eits diharapkan kita dalam berbisnis.
Bermanfaatnya sebuah ilmu terletak pada seberapa besar kontribusi kita pada orang lain…
Saya menunjuk dan mengapresiasi luar biasa untuk para guru, ustadz, dosen yang berani mengeluarkan potensi yang mereka miliki untuk dipelajari orang lain.
Eits…ini bukan mengklaim salah satu yang saya banggakan,,
Stop..
Semuanya kembali lagi pada individunya
Dua dunia ini memiliki goresan karya yang berani untuk memadukan apa yang seharusnya ada di Indonesia ini,,,jiwa akademisi sekaligus wirausaha yang bermental kepemimpinan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Inilah karya saya yang akan saya wujudkan AKADEMI ENTEPRENEUR…
Bukan sekedar senjata pencuat motivasi sesaat, melainkan pembangunan karya, hasil torehan SDM yang berjiwa pancasilais dan bermental luhurvyang menatap dunia penuh makna,,bukan hanya sebatas tatapan materialitas semata.
Reny_desu(Kamis, 30 Juni 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar